Tema : Pertemanan
TAK SEPERTI YANG DIDUGA
Oleh : Eka Putri ( puput )
Hari ini pagi
yang cerah untuk mengawali
aktifitas di
sekolah.“dengar-dengar hari ini
akan kedatangan murid baru ya...?” ujar milla kepada teman-temannya. Memang
Saat ini dikelas ada murid baru pindahan dari jakarta, namanya Rizky, tetapi
sikapnya yang dingin dan sombong itu membuat teman teman barunya tidak suka kepadanya.
Saat bel istirahat berbunyi, The Geng berniat untuk mengajak rizky ikut
bergabung dengan mereka.
“wah,
berarti kita bisa mengajak anak baru itu untuk masuk ke anggota geng kita.”
kata juniawan kepada ayu dan agung. “wah,,, Bener banget tuh ide loe.” Kata
Agung. “jarang - jarangkan di sekolah
ini ada orang pindahan dari luar kota” ujar ayu menambahkan. Lalu juniawan dan
teman satu gengnya menghampiri risky yang sedang asik memainkan ponselnya.
“ eh.. loe mau gax
ikut bareng sama geng kita ? .“ kata Ayu, “ Gak,,,” jawab rizky dengan
singkatnya, karena ajakan dari geng tersebut ditolak oleh rizky, mereka
marah.“eh,,, loe anak baru aja belagu banget “ kata juniawa.“ bodo suka suka
gue.” kata rizky dengan sombongnya dan berlalu meninggalkan ketiga anak
tersebut . “awas,,, loe ya nyesel loe gax gabung bareng kita,,,, “. Kata agung,
Dengan berjalan menuju keluar kelas
bersama gengnya. Karena ajakan geng tersebut ditolak akhirnya ke tiga
anak itu, menjahili rizky, saat rizky dan anak – anak yang lainnya sedang
istirahat.
Saat anak – anak tidak ada yang
berada dikelas.“heh,,,,, cepetan – cepetan,,, rizkynya dah mau dateng. ” Kata
Ayu .“ iya Sabar dong sedikit lagi nih,,,,.” Kata juniawan, yang sedang asik
mengikat tali.“Jun ikatnya yang kencang, biar gax bisa dilepas “. Kata agung
menambahkan.
“dah belum, Cepat
“. Kata Ayu, Dengan mengawasi dari depan pintu kelas,
“Iya nih kita udah
“ Kata agung. “ ya udah yuk kita pergi “. Kata ayu. Tetapi diam – diam ternyata
milla melihat perbuatan mereka.
Saat bel masuk berbunyi, anak anak
mulai belajar seperti biasa.
“ rizky,,,,, gue
pinjam penggaris loe dong.” kata milla.“
gak.” ujar rizky dengan singkatnya. “pelit banget sih loe.” Kata milla dengan
melihat kearah rizky.
“maklum lah orang
Jakarta,gak pernah ketemu sama orang susah kaya kita.” Kata riska membela
milla.
“apaan sih loe
ngebacot mulu.” Kata rizky. Tiba tiba fuji menyambar “ eh,, sudah sudah gak usah berantem, berisik
tahu .”
Bel pulang pun berbunyi dan anak anak
mulai beres - beres .
“kayanya bakal ada
yang kesusahan nih .”kata the geng
serempak dengan memendangi ruang kelas. Karena mereka tidak mengerti apa
yang dimaksud oleh The geng , mereka tidak memperdulikannya . ternyata The geng
mengikat tas Risky ke bangku yang didudukinya. “
sialan banget sih yang ngikat tas gue .” kata risky dengan kesalnya.
“ kenapa loe gak
pulang ...? betah loe disini.” kata lisa meledek rizky
“ udah diem loe
gak usah banyak bacot” kata rizky dengan terus berusaha melepaskan tas yang di
ikat kebangkunya
“ heh....... temen
gue tuh Cuma nanya, loe kenapa? , bisa kali ya jawabnya gak usah pake sewot.”
ujar eka yang membela lisa
“ tahu nih gue Cuma nanya , siapa tahu gue bisa bantu , eh malah sinis banget
jawabnya.” kata lisa.“ ya udah kalau mau bantu gue,cepat lepasin tas gue dari
bangku ini .” kata Risky dengan kesalnya.
“ lah tinggal
diangkat aja tasnya” kata eka
“heh tas gue tuh
di ikat, mana bisa Cuma diangkat doang ,” kata rizky
“ O.” Kata eka
dengan menunjukan tangannya membentuk huruf O.
“emang siapa yang
ngiket tas loe.” Kata lisa dengan heran.
Tiba – tiba
milla masuk kembali ke kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal
dimejanya, mendengar pembicaraan mereka,
milla langsung memberitahukan kepada mereka bahwa yang mengikat tas
rizky, anak - anak The geng.
“oh,,, pantas saja
anak – anak the geng tidak membuat kekacauan dikantin.” Kata lisa
“yaudah sana,cari
gunting, silet atau apa gituh.”ujar
rizky yang masih kesal.
Karena mereka gak punya gunting atau
silet,akhirnya mereka meninggalkan rizky, dan pergi ke kantor untuk
meminjam gunting .tidak lama kemudian mereka
kembali lagi ke kelas dengan membawa gunting.
“nih guntingnya,
nanti loe balikin aja ke kantor.” kata milla
“iya, iya nanti
gue balikin ,yaudah gih pulang sana.” kata rizky dengan sibuk melepaskan tas
dari bangkunya.
“lah kok ngusir
sih, udah di bantuin gak ada terimakasihnya.” kata eka dengan kesal
“iya iya makasih.”
kata rizky dengan singkat.
Akhirnya
eka,milla,lisa pulang meninggalkan si cowo dingin tersebut yang masih sibuk
melepaskan tas dari bangkunya.
Sering kali rizky di jaili oleh The geng dari mulai buku tugasnya
diumpetin, hingga memfitnah rizky mengambil uang milik juniawan. Tapi kali ini
bukan hanya The geng saja yang kesal dengan kelakuannya. Tetapi satu kelas
kesal dengan perilakunya yang selalu membuat orang menjadi kesal,termasuk pada
urusan piket.
“eh rizky, loe
piket hari ini “ kata riska dengan terus menyapu ruang kelas
“hah ??? piket
jadi pembantu gitu “ tanya rizky dengan sinis
“dih males banget
gue piket, gue tuch sekolah di sini bayar, buat belajar bukan buat jadi
pembantu.” Jawab rizky dengn kesalnya
Tiba tiba eka
memberi komentar terhadap pendapat rizky.
“heh gue tahu loe sekolah disini bayar langsung lunas lagi,
tapi bisa kali yah tanggung jawab kita juga dilaksanakan “ . “ya ,maklum aja ka’
orang kaya dari jakarta, mana mau piket kaya kita gini.” kata lisa
“heh diem loe ikut
ikutan aja.” kata rizky
“udah - udah gak
usah ribut, udah piket loe rizky udah mau masuk nih.” kata riska
“dih males banget
gue piket.”kata rizky dengan berlalu meninggalkan ruang kelas
“iya tuch benar
kata rizky kita tuch disini bayar buat belajar bukan buat jadi pembantu.” kata
fuji
“fujiiii.” kata
riska,milla,eka,lisa dan sri serentak
“kenapa ???
benerkan kata gue.”kata fuji dengan heran.“ih,,, loe kenapa jadi belain dia sih
???.” kata riska dengan kesal
”lah emang bener.”
kata fuji dengn terus memainkan ponselnya
“ya tapi kan itu
dah kewajiban kita,untuk piket setiap hari.” kata riska.
“oh iya,,,ya
sudahlah terserah loe aja deh, pusing gue.” kata fuji sambil meninggalkan
teman-temannya.
Tak terasa perdebetan mereka sudah terlalu lama, hingga bel masuk pun
sudah berbunyi. Saat pelajaran di mulai guru bahasa indonesia memberikan kami
tugas kelompok , yang kelompoknya dipilih oleh ibu guru. Dan saat pembagian
kelompok ternyata kami semua satu kelompok. Awalnya kami saling cuek, karena
jika melihat keseharian di kelas kami semua tak ada kecocokan. Dan saat berdiskusi pun kami,
berdiskusi msing – masing. “ yah,,,,, kalo begini kelompoknya,, mendingan
ngerjain sendiri sendiri.” Kata riska dengan cemberut. “ iya,,, ya. “ kata
milla menambahkan. Tak lama kemudian jam pelajaran bahasa Indonesia selesai. “
ya udah besok kita kerjain tugasnya diwarnet.” Kata eka. Saat milla, fuji,
riska, eka, lisa, dan sri sedang membicarakan masalah tugas. Juniawan dan agung
sedang ngobrol, sedangkan risky hanya diam tak melakukan apa – apa.
Minggu berikutnya saat jam pelajaran bahasa Indonesia, milla dating
dengan gelisah “ eh,, tugas yang kemarin kita ketik jatuh dan basah.” Kata
milla dengan menunjukan ketikan mereka yang basah karna terkena air. “ yah,,,,
terus gimana dong ?.” tanya Ayu yang juga kebingungan. Tak lama kemudian risky
datang dan langsung menanyakan tugas tersebut. “ eh,,, tugasnya sudah
selesaikan.” Kata rizky. “ tugasnya belum kita
ketik.” Ketus eka. “ kok belum,,,? .” kata agung yang tiba tiba datang. “ emang kenapa ?.” kata juniawan dengan heran. “
jatuh dan basah.” Ketus milla dengan sinis. “, ” sudah – sudah jangan ribut , lebih baik kita cari
cara untuk menyelesaikannya.” Kata fuji yang melerai mereka.” Saat semuanya
terdiam. Risky langsung bertanya kepada milla “ eh,, kemarin sketsanya masih
ada kan ?.”
“ iya,,
tapi gue tinggal dirumah .” kata milla dengan menyesal . “ yaudah gue sekarang
mau ambil laptop dulu dirumah.” Kata risky dengan semangat, “ riz,, rumah loe kan jauh.” Kata lisa “ yaudah gak apa – apa, dari
pada kita di hukum!.” Jawab rizky “ yaudah riz, loe sama gue pergi kerumah loe,
nanti agung sama milla pergi kerumah milla untuk
mengambil sketsanya.” Kata juniawa memberikan ide. “ ya bagus, tuh bagus ide
loe.” Kata Ayu
Saat juniawan ,
rizky, milla, dan agung pergi yang lainya tidak menduga bahwa rizky bisa sebaik
itu. “ wah,, gak nyangka gue rizky bisa berubah
kaya gitu” kata eka dengen heran. “ ya,,, makanya jangan menilai orang dari
luarnya saja.” Kata fuji yang sedang asik memeinkan ponselya. “ iya,,, iya,,.”
Jawab eka. Tak lama kemudian juniawan , rizky, milla, dan agung kembali dengan
membawa laptop dan sketsanya. “ eh,, udah udah cepat kerjakan.” Kata rizky
dengan menyalakan laptopnya. “ wah,, bener – bener berubah ya.” Kata rizka
dengan menggeleng – gelengkan kepalanya.
Saat kami sedang berdiskusi tiba - tiba agung melontarkan pertanyaan
kepada rizky,
“ Riz,, loe mau
gak gabung ama geng gue.” Kata agung dengan muka konyolnya. “ etz,, dah loe
gung, gak usah ngomongin itu lagi, kita kan sekarang sudah berteman.” Jawab
agung. “tahu loe gung sekarang dikelas
ini udah gak ada lagi geng - gengan.” Kata juniawan menyambar. “ ok,, mulai
sekarang kita semua berteman dan gak ada lagi yang namanya geng.” Ujar rizka
dengn semangat .” geng – gengan di atas dunia harus bihapuskan, karena tidak
sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.” Kata milla Dengan semangat 45
nya.”yah,, udah kaya undang undang aja.” Ujar Ayu dengan menghela nafasnya. “
iya dong ! kita kan pelajar , jadi harus menggunakan bahasa indonesia yang baik
dan benar.” Ujar milla “ Betul , betul , betul, salah !.” kata juniawan dengan
terus menulis. “ Apanya yang salah ? .” tanya agung dengan heran. “ ya salah dong ! selama ini
kan kita lebih banyak pake bahasa gaul !.” jawab juniawan.
“ etz,,, dah loe pada jangan ngebacot
aja, kerjain tugasnya .” ketus lisa dengan sinis. “ eh kata - kata
gue tuh, di foto copy aja” kata rizky yang dari tadi hanya memakan pulpennya . “ sudah sudah lebih baik kita selesaikan
tugas kelompok ini.” Kata fuji, dengan lembutnya. “wah,,, bener banget tuh, bantuin gue dong, bingung nih
gue, gak biasa pake laptop.” Kata eka yang dari tadi sibuk mengotak – atik
laptop nya rizky . “ eh,, kalo gak bisa ngomong dong jangan diem aja,
udah sini gue aja yang ngetik.” Kata rizky dengan menarik laptopnya . “
ternyata rizky gak seburuk yang kita duga ya !.” kata lisa dan riska. Akhirnya mereka semua bersama – sama mengerjakan tugas bahasa Indonesia,
dengan penuh canda tawa. Dan tak
terasa bel masukpun telah berbunyi. Tetapi tugas mereka belum selesai, walaupun
begitu mereka tetap menerjakanya sampai tugas selesai.
No comments:
Post a Comment