TEMA

Tuesday, 30 September 2014

KARYAKU 1



Tema : Pertemanan

TAK SEPERTI YANG DIDUGA
Oleh : Eka Putri ( puput )

Hari ini pagi yang cerah  untuk mengawali aktifitas di sekolah.“dengar-dengar hari ini akan kedatangan murid baru ya...?” ujar milla kepada teman-temannya. Memang Saat ini dikelas ada murid baru pindahan dari jakarta, namanya Rizky, tetapi sikapnya yang dingin dan sombong itu membuat teman teman barunya tidak suka kepadanya. Saat bel istirahat berbunyi, The Geng berniat untuk mengajak rizky ikut bergabung dengan mereka.
          “wah, berarti kita bisa mengajak anak baru itu untuk masuk ke anggota geng kita.” kata juniawan kepada ayu dan agung. “wah,,, Bener banget tuh ide loe.” Kata Agung. “jarang -  jarangkan di sekolah ini ada orang pindahan dari luar kota” ujar ayu menambahkan. Lalu juniawan dan teman satu gengnya menghampiri risky yang sedang asik memainkan ponselnya.
“ eh.. loe mau gax ikut bareng sama geng kita ? .“ kata Ayu, “ Gak,,,” jawab rizky dengan singkatnya, karena ajakan dari geng tersebut ditolak oleh rizky, mereka marah.“eh,,, loe anak baru aja belagu banget “ kata juniawa.“ bodo suka suka gue.” kata rizky dengan sombongnya dan berlalu meninggalkan ketiga anak tersebut . “awas,,, loe ya nyesel loe gax gabung bareng kita,,,, “. Kata agung, Dengan berjalan menuju keluar kelas  bersama gengnya. Karena ajakan geng tersebut ditolak akhirnya ke tiga anak itu, menjahili rizky, saat rizky dan anak – anak yang lainnya sedang istirahat.
 Saat anak – anak tidak ada yang berada dikelas.“heh,,,,, cepetan – cepetan,,, rizkynya dah mau dateng. ” Kata Ayu .“ iya Sabar dong sedikit lagi nih,,,,.” Kata juniawan, yang sedang asik mengikat tali.“Jun ikatnya yang kencang, biar gax bisa dilepas “. Kata agung menambahkan.
“dah belum, Cepat “. Kata Ayu, Dengan mengawasi dari depan pintu kelas,
“Iya nih kita udah “ Kata agung. “ ya udah yuk kita pergi “. Kata ayu. Tetapi diam – diam ternyata milla melihat perbuatan mereka.
          Saat bel masuk berbunyi, anak anak mulai belajar seperti biasa.
“ rizky,,,,, gue pinjam penggaris loe  dong.” kata milla.“ gak.” ujar rizky dengan singkatnya. “pelit banget sih loe.” Kata milla dengan melihat kearah rizky.
“maklum lah orang Jakarta,gak pernah ketemu sama orang susah kaya kita.” Kata riska membela milla.
“apaan sih loe ngebacot mulu.” Kata rizky. Tiba tiba fuji menyambar  “ eh,, sudah sudah gak usah berantem, berisik tahu .”
          Bel pulang pun berbunyi dan anak anak mulai beres - beres .
“kayanya bakal ada yang kesusahan nih .”kata the geng  serempak dengan memendangi ruang kelas. Karena mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh The geng , mereka tidak memperdulikannya . ternyata The geng mengikat tas Risky ke bangku yang didudukinya.         “ sialan banget sih yang ngikat tas gue .” kata risky dengan kesalnya.
“ kenapa loe gak pulang ...? betah loe disini.” kata lisa meledek rizky
“ udah diem loe gak usah banyak bacot” kata rizky dengan terus berusaha melepaskan tas yang di ikat kebangkunya
“ heh....... temen gue tuh Cuma nanya, loe kenapa? , bisa kali ya jawabnya gak usah pake sewot.” ujar eka yang membela lisa
“ tahu  nih gue Cuma nanya , siapa tahu  gue bisa bantu , eh malah sinis banget jawabnya.” kata lisa.“ ya udah kalau mau bantu gue,cepat lepasin tas gue dari bangku ini .” kata Risky dengan kesalnya.
“ lah tinggal diangkat aja tasnya” kata eka
“heh tas gue tuh di ikat, mana bisa Cuma diangkat doang ,” kata rizky
“ O.” Kata eka dengan menunjukan tangannya membentuk huruf O.
“emang siapa yang ngiket tas loe.” Kata lisa dengan heran.
 Tiba – tiba  milla masuk kembali ke kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal dimejanya, mendengar pembicaraan mereka,  milla langsung memberitahukan kepada mereka bahwa yang mengikat tas rizky, anak - anak The geng.
“oh,,, pantas saja anak – anak the geng tidak membuat kekacauan dikantin.” Kata lisa
“yaudah sana,cari gunting, silet atau  apa gituh.”ujar rizky yang masih kesal.
Karena mereka gak punya gunting atau  silet,akhirnya mereka meninggalkan rizky, dan pergi ke kantor untuk meminjam gunting .tidak lama kemudian mereka  kembali lagi ke kelas dengan membawa gunting.
“nih guntingnya, nanti loe balikin aja ke kantor.” kata milla
“iya, iya nanti gue balikin ,yaudah gih pulang sana.” kata rizky dengan sibuk melepaskan tas dari bangkunya.
“lah kok ngusir sih, udah di bantuin gak ada terimakasihnya.” kata eka dengan kesal
“iya iya makasih.” kata rizky dengan singkat.
Akhirnya eka,milla,lisa pulang meninggalkan si cowo dingin tersebut yang masih sibuk melepaskan tas dari bangkunya.
Sering kali rizky di jaili oleh The geng dari mulai buku tugasnya diumpetin, hingga memfitnah rizky mengambil uang milik juniawan. Tapi kali ini bukan hanya The geng saja yang kesal dengan kelakuannya. Tetapi satu kelas kesal dengan perilakunya yang selalu membuat orang menjadi kesal,termasuk pada urusan piket.
“eh rizky, loe piket hari ini “ kata riska dengan terus menyapu ruang kelas
“hah ??? piket jadi pembantu gitu “ tanya rizky dengan sinis
“dih males banget gue piket, gue tuch sekolah di sini bayar, buat belajar bukan buat jadi pembantu.” Jawab rizky dengn kesalnya
Tiba tiba eka memberi komentar terhadap pendapat rizky.
“heh gue tahu  loe sekolah disini bayar langsung lunas lagi, tapi bisa kali yah tanggung jawab kita juga dilaksanakan “ . “ya ,maklum aja ka’ orang kaya dari jakarta, mana mau piket kaya kita gini.” kata lisa
“heh diem loe ikut ikutan aja.” kata rizky
“udah - udah gak usah ribut, udah piket loe rizky udah mau masuk nih.” kata riska
“dih males banget gue piket.”kata rizky dengan berlalu meninggalkan ruang kelas
“iya tuch benar kata rizky kita tuch disini bayar buat belajar bukan buat jadi pembantu.” kata fuji
“fujiiii.” kata riska,milla,eka,lisa dan sri serentak
“kenapa ??? benerkan kata gue.”kata fuji dengan heran.“ih,,, loe kenapa jadi belain dia sih ???.” kata riska dengan kesal
”lah emang bener.” kata fuji dengn terus memainkan ponselnya
“ya tapi kan itu dah kewajiban kita,untuk piket setiap hari.” kata riska.
“oh iya,,,ya sudahlah terserah loe aja deh, pusing gue.” kata fuji sambil meninggalkan teman-temannya.
Tak terasa perdebetan mereka sudah terlalu lama, hingga bel masuk pun sudah berbunyi. Saat pelajaran di mulai guru bahasa indonesia memberikan kami tugas kelompok , yang kelompoknya dipilih oleh ibu guru. Dan saat pembagian kelompok ternyata kami semua satu kelompok. Awalnya kami saling cuek, karena jika melihat keseharian di kelas kami semua tak ada kecocokan. Dan saat berdiskusi pun kami, berdiskusi msing – masing. “ yah,,,,, kalo begini kelompoknya,, mendingan ngerjain sendiri sendiri.” Kata riska dengan cemberut. “ iya,,, ya. “ kata milla menambahkan. Tak lama kemudian jam pelajaran bahasa Indonesia selesai. “ ya udah besok kita kerjain tugasnya diwarnet.” Kata eka. Saat milla, fuji, riska, eka, lisa, dan sri sedang membicarakan masalah tugas. Juniawan dan agung sedang ngobrol, sedangkan risky hanya diam tak melakukan apa – apa.
Minggu berikutnya saat  jam pelajaran bahasa Indonesia, milla dating dengan gelisah “ eh,, tugas yang kemarin kita ketik jatuh dan basah.” Kata milla dengan menunjukan ketikan mereka yang basah karna terkena air. “ yah,,,, terus gimana dong ?.” tanya Ayu yang juga kebingungan. Tak lama kemudian risky datang dan langsung menanyakan tugas tersebut. “ eh,,, tugasnya sudah selesaikan.” Kata rizky. “ tugasnya belum kita ketik.” Ketus eka. “ kok belum,,,? .” kata agung yang tiba tiba datang. “ emang kenapa ?.” kata juniawan dengan heran. “ jatuh dan basah.” Ketus milla dengan sinis. “, ” sudah – sudah jangan ribut , lebih baik kita cari cara untuk menyelesaikannya.” Kata fuji yang melerai mereka.” Saat semuanya terdiam. Risky langsung bertanya kepada milla “ eh,, kemarin sketsanya masih ada kan ?.”   
   iya,, tapi gue tinggal dirumah .” kata milla dengan menyesal . “ yaudah gue sekarang mau ambil laptop dulu dirumah.” Kata risky dengan semangat, “ riz,, rumah loe kan jauh.” Kata lisa “ yaudah gak apa – apa, dari pada kita di hukum!.” Jawab rizky “ yaudah riz, loe sama gue pergi kerumah loe, nanti agung sama milla pergi kerumah milla untuk mengambil sketsanya.” Kata juniawa memberikan ide. “ ya bagus, tuh bagus ide loe.” Kata Ayu 
Saat  juniawan , rizky, milla, dan agung pergi yang lainya tidak menduga bahwa rizky bisa sebaik itu. “ wah,, gak nyangka gue rizky bisa berubah kaya gitu” kata eka dengen heran. “ ya,,, makanya jangan menilai orang dari luarnya saja.” Kata fuji yang sedang asik memeinkan ponselya. “ iya,,, iya,,.” Jawab eka. Tak lama kemudian juniawan , rizky, milla, dan agung kembali dengan membawa laptop dan sketsanya. “ eh,, udah udah cepat kerjakan.” Kata rizky dengan menyalakan laptopnya. “ wah,, bener – bener berubah ya.” Kata rizka dengan menggeleng – gelengkan kepalanya.   
Saat kami sedang berdiskusi tiba - tiba agung melontarkan pertanyaan kepada rizky,
“ Riz,, loe mau gak gabung ama geng gue.” Kata agung dengan muka konyolnya. “ etz,, dah loe gung, gak usah ngomongin itu lagi, kita kan sekarang sudah berteman.” Jawab agung. “tahu  loe gung sekarang dikelas ini udah gak ada lagi geng - gengan.” Kata juniawan menyambar. “ ok,, mulai sekarang kita semua berteman dan gak ada lagi yang namanya geng.” Ujar rizka dengn semangat .” geng – gengan di atas dunia harus bihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.” Kata milla Dengan semangat 45 nya.”yah,, udah kaya undang undang aja.” Ujar Ayu dengan menghela nafasnya. “ iya dong ! kita kan pelajar , jadi harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.” Ujar milla “ Betul , betul , betul, salah !.” kata juniawan dengan terus menulis. “ Apanya yang salah ? .” tanya agung  dengan heran. “ ya salah dong ! selama ini kan kita lebih banyak pake bahasa gaul !.” jawab juniawan.
 “ etz,,, dah loe pada jangan ngebacot aja, kerjain tugasnya .” ketus lisa dengan sinis. “ eh kata  - kata gue tuh, di foto copy aja” kata rizky yang dari tadi hanya memakan pulpennya  . “ sudah sudah lebih baik kita selesaikan tugas kelompok ini.” Kata fuji, dengan lembutnya. “wah,,, bener banget tuh, bantuin gue dong, bingung nih gue, gak biasa pake laptop.” Kata eka yang dari tadi sibuk mengotak – atik laptop nya rizky . “ eh,, kalo gak bisa ngomong dong jangan diem aja, udah sini gue aja yang ngetik.” Kata rizky dengan menarik laptopnya . “ ternyata rizky gak seburuk yang kita duga ya !.” kata lisa dan riska. Akhirnya mereka semua bersama – sama mengerjakan tugas bahasa Indonesia, dengan penuh canda tawa. Dan tak terasa bel masukpun telah berbunyi. Tetapi tugas mereka belum selesai, walaupun begitu mereka tetap menerjakanya sampai tugas selesai.

No comments:

Post a Comment