TEMA

Monday, 30 March 2015



STATUS BAHASA INDOMESIA DI PERGURUAN TINGGI
Bangsa Indonesia sudah selayaknya bersyukur karena sejak sebelum merdeka, para pendahulu kita telah mempersiapkan sebuah bahasa nasional. Para pemuda dari bebagai suku bangsa dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bersepakat menobatkan bahasa Melayu Tinggi menjadi bahasa Indonesia. Jadi, bangsa Indonesia telah memiliki bahasa Indonesia sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI, yang kemudaian berkedudukan sebagai bahasa nasional. Jika dalam ungkapan lama mengatakan, “Bahasa adalah jiwa bangsa”, dapat pula dikatakan bahwa bahasa merupakan salah satu identitas bangsa pemiliknya. Bahkan kita merasa satu bangsa karena memiliki bahasa yang sama, yaitu bahasa Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, bahasa Indonesia merupakan salah satu identitas nasional.
Dalam dunia pendidikan Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang sudah tercantum dalam kurikulum SD, SMP, dan SMA. Semestinya, kemampuan berbahasa Indonesia para lulusan SMA itu sudah memadai. Pada kenyataanya, kemampuan berbahasa Indonesia para mahasiswa, rata-rata kurang memuaskan. Kekurangan yang relatif menonjol ialah kemampuan berbahasa Indonesia secara tertulis. Oleh karena itulah pada kurikulum di Perguruan Tinggi, mata kuliah bahasa Indonesia masih perlu dicantumkan. Mata kuliah bahasa Indonesia yang dalam kurikulum lama termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Dasar Umum.
Di dalam ruang lingkup kemahasiswaan dibutuhkan komunikasi yang baik dalam berinteraksi antar sesam. Komunikasi tersebut menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa dan mahasiswi dapat belajar bersikap, bertutur kata dengan bahasa yang baik dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kenyataan ini membuat adanya peningkatan dalam penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia dalam fungsinya sebagai alat komunikasi antar sesame
Hal ini Didukunng dengan mata kuliah bahasa Indonesia di lingkungan perkuliahan. Sehingga, membuat mahasiswa dan mahasiswi semakin meningkatkan kualitas berbahasa Indonesia. Mahasiswa dan mahasiswi diajarkan untuk lebih mengerti dalam penulisan, penyusunan dan pengucapan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Pentingnya mempelajari bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan karena, mahasiswa dan mahasiswi sebagai calon sarjana dipersipakan tidak hanya untuk menjadi konsumen ilmu pengetahuan melainkan juga sebagai produsen dalam bidang ilmiah.
Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat Perguruan Tinggi di samping dimaksudkan untuk memupuk rasa memiliki, mencitai, dan bangga menggunakannya, juga agar para mahasiswa sampai dengan setelah menjadi sarjana memiliki tanggung jawab untuk terus membina bahasa Indonesiana dan mengembangkan kemampuan dirinya dalam menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini perlu dilakukan karena bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan, dan perkembangan yang mencolok ialah dalam bidang kosa kata. Pesatnya pertambahan kosa kata bahasa Indonesia menuntut para pemakainya untuk terus mengikuti perkembangan. Di pihak lain, adanya perkembangan itu menuntut semua pihak, termasuk para akademisi untuk ikut berperan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Dengan peran para akademisi ini diharapkan arah perkembangan bahasa Indonesia tetap konsisten dengan ciri khas bahasa Indonesia. Dapat dikatakan pembelajaran bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, memang difokuskan agar mahasiswa memiliki kemahiran berbahasa Indonesia baik secara tertulis maupun lisan, namun (di masa depan) juga diharapkan adanya kepedulian terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Bangga menggunakan bahasa Indonesia dan peduli terhadap perkembangannya adalah sebagian dari nasionalisme.
Maka dari itu Perguruan Tinggi diminta untuk memberikan ruang lebih besar terhadap pendalaman bahasa Indonesia. Bagi para mahasiswa dan mahasiswi S1 atau jenjang yang lebih tinggi, peran bahasa Indonesia seharusnya tetap menjadi prioritas. Sebab, peran bahasa Indonesia sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Perguruan Tinggi tidak boleh mengerdilkan peran bahasa Indonesia. Apalagi, sampai bahasa Indonesia tergeser oleh bahasa asing.

Wednesday, 4 March 2015



Perasaan

biarpun aku tak dapat merasakan itu dengan nyata
biarpun bukan aku yang melihat senyum mu
biarpun bukan aku yang membuat kalian tertawa
aku tetap selalu bahagia
                oh tuhan ...
                apakah ini salah satu keajaiban sebuah kehidupan
                meskipun bukan aku yang membuat mereka bahagia
                namun , hati ini ikut merasakan kebahagiaan itu
dengan melihat mereka bahagia
aku bagaikan selalu berada di pagi hari
dimana aku dapat merasakan kesejuka
dimana aku dapat menghirup udara bersih
                hanya itu yang dapat ku ungkapkan
                ingin rasanya aku merasakan itu dengan nyata
                ingin rasanya aku ikut berperan dalam kebahagian mereka
                membuat mereka lebih bahagia dari yang kulihat saat ini